Why I run...

Reblogged from The Adventures of Mona:

Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

I don’t run for medals. I don’t run for racing shirts or fancy gear. I don’t run for PRs. I don’t run for weight loss. I don’t run for popularity or recognition.  I don’t even run for fitness. I’ll tell you why I do run though…

I run because there is no sweeter taste than that of fresh air

I run because nature paints colors that beat out any 3D movie or HDR photo…

Read more… 136 more words

Kadang saya hanya ingin berdua saja, dengan selain manusia. Berbincang dengan alam atau bercengkerama dengan Tuhan. Itu cukup.

Musim Gugur


Senja bertabur pendar warna jingga
Udara dingin mulai menyergah dengan jumawa

Musim sedang tak berpihak pada kita
Kering, tak ada hujan menghujam
Dan kau mulai meranggas perlahan

Aku lihat, kau masih mencengkeram erat di sana
Bumi lusuh berselimut debu ringan
Di sana kau tempatkan segala harapan
Atas kelangsungan kemesraan kita

Sekuat tenaga kau pertahankan
Namun satu satu aku pun berjatuhan
Seraya disapu angin yang tak lembut perangainya

Tapi aku tahu, bahwa acap kali kau sadar
Anginlah yang merenggutku darimu
Merenggut paksa dan kau diamkan begitu saja

‘Ikutlah denganku, aku akan membawamu pergi ke tempat yang lebih baik’,
Bisik angin padaku seolah menyambut perlakuanmu padaku
‘aku tak mau, jiwaku masih ada padanya’,
tolakku pada angin, karna rasaku padamu masih meraja

‘apa yang kau harapkan dari si tua kering macam dia?’
‘Ikutlah denganku, akan aku bawa kau bertualang menjelajah negeri luas ini’
‘kau terlalu berharga untuk hanya tinggal diam di sini’
‘rasamu padanya hanya akan membuatmu ketergantungan’
‘dan akhirnya mati bosan’
‘sesalmu pasti akan datang di belakang’
‘Tak percayakah kau dengan apa yang aku ucapkan?’

Kenapa kau diam saja?
Tak bisakah kau marah padanya?
Pada angin yang dengan lancang merayuku?
Atau ini wujud kepasrahanmu?

Ah, sudahlah. Percuma kurasa.
Mungkin pikirmu tak sejauh itu

Rasamu padaku hanya sesaat
Mungkin di benakmu, tak apalah aku gugur

Toh Musim depan kau akan mendapatkan daun yang baru
Yang lebih muda dan juga segar

Di Musim semi,
Musim yang selalu ku benci

 

antara mereka : Pohon , Daun dan Angin
Candra Aji, Maret 2012 

Rumah Tanpa Kubah

Rumahku tempat ibadahku
Ibarat muslim, dia adalah masjidku

Rumahku tempat berkumpulku
Ibarat para preman, dia adalah sarang

Rumahku tempa berpulangku
Ibarat kehidupan, dia adalah liang lahatku

Rumahku tak mewah
Tak ada kipas atau pendingin udara

Aku hanya membukanya pada alam
Biarlah sembribit angin meniupkan kesejukannya

Rumahku tempatku berserah
Dari segala kepenatan dan kegelisahan yang setiap hari menyergah

Rumahku, Rumah tanpa kubah

Into You

friend   : ” She’s cheating from you! “
boy       : ” Yeah, i knew it. But i love her so much “
friend  : ” No, you don’t. You love her  so too much!

Lanjut membaca

Bertanda , , , ,

Hantaran

” aku akan ke Jakarta bersua denganmu. lewat hantaran ini, aku berjanji. kita akan bersama lagi, lalu mengejek jarak yang dulu slalu menghalangi “

Surat #1 untuk-Mu, Tuhan

Tuhan,
aku ingin mengunci waktu
dalam ruang kekal buatanku
namun akankah Engkau memberi kekuasaan itu padaku??
tak mungkin, karna itu di luar batas kemampuanku.

Tuhan,
seandainya aku boleh memilih,
untuk menjadi orang bodoh atau orang pintar.
aku pilih menjadi orang bodoh, karna dengan kebodohanku aku akan belajar.

Lanjut membaca

Marhaban Ya Lebaran

Marhaban Ya Ramadhan sudah berganti dg Marhaban Ya Lebaran.

Mohon maaf lahir dan batin ya semua.

Banyak kesalahan yang telah saya buat kepada anda semua, untuk 1 tahun terakhir ini, apalagi untuk 22 tahun 11 bulan 14 hari saya hidup sampai sekarang ini.

Lanjut membaca

Bertanda

Happy Birthday, Mom

 
“Ibumu orang yang sangat sabar. selama 36 hari, setiap malam kamu menangis, namun Ibumu tak pernah melepaskan gendongannya padamu”









Lanjut membaca

Bertanda

Ngeles

Sore Semua!!!

       

   Intermeso   
dah lama ga ngobrol2 ~iye, tau, lu nya sok sibuk sih
lg marahan ya?? ~loh, kok ente malah nanya*
udah dooooong, jangan BT gitu.. *ngrayuu*
oe Oe Oe!! *masih semangat, ngrayu :p *
semangat amat, ada apa sih??*penasaran, sok perhatian*
gambar diambil dari sini

Bertanda

senja biru



senja biru, originally uploaded by candra aji.

Kau ingat waktu dulu?
di setiap senja, Kita selalu memanjat atap rumahmu,
menatap mentari kembali ke peraduan,
di senja itu pula kau selalu bercerita tentang hidupmu seharian itu,
hidupmu yang selalu tentang dia, ia, dan dirinya
tentang kau yang sedang dan terus jatuh cinta padanya

#footnote

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 370 pengikut lainnya.